Monday, 18 March 2013

Trik Cara Membuat Keyboard jadi mouse!!

Cara:
1. Control panel\Accessibility Options
2. Masuk ke tab Mouse
3. Centang Use MouseKeys
4. Masuk ke Settings
5. Hidupkan semua centang yang ada
6. Pointer speed : top speed=high, acceleration=Fast
7. Use MouseKeys when Numlock is ... (On)
8. Ok\apply
Sekarang setiap Numlock is On, anda bisa gerakin pointer mouse dengan tombol-tombol angka di bagian kanan keyboard.
2=kebawah
8=keatas
4=kekiri
6=kekanan
1=serong kiri bawah
3=serong kanan bawah
7=serong kiri atas
9=serong kanan atas
5=OK (enter)
Tambahan: pencet CTRL buat nambahin kecepatan pointer, pencet Shift buat kurangin kecepatan pointer.
semoga bermanfaat.

Tips Perbaiki Flashdisk Dengan mudah

Tips Perbaiki Flashdisk Dengan mudah - Masalahnya adalah flashdisk tersebut ngak bermasalah dengan device/driver dan timbul drive flashdisk tersebut di My Computer. Namun kalo di klik akan timbul pesan Please Insert a Disk seperti gambar di atas
.
Akhirnya dapat juga software untuk memperbaiki flashdisk rusak, namanya Super Stick Recovery ToolsV1.0.2.19.
Cara kerjanya :
1. download softwarenya
2. Colokkan flashdisk
3. Jalankan software maka akan lansung mendeteksi device driver usb
flashdisk
4. Selanjutnya klik Update.
5. Tunggu proses penggantian drivernya selesai dan flashdisk bisa digunakan
kembali.
good luck..

Ada Loh, Rahasia unik Windows Xp

1. Pada versi sebelumnya, Windows masih sangat malu-malu untuk menunjukan secara detail informasi dari sistem yang sedang bekerja, namun semenjak kemunculan Windows XP, hal ini sudah tidak berlaku lagi. Kita dapat mengintip secara detail informasi tentang sistem yang saat ini berjalan dengan melakukan beberapa langkah mudah yaitu, Bukalah [Command Prompt] pada menu [Accessories] dari tombol [Start]-->[All Programs], lalu ketiklah 'systeminfo'. Pada layar akan tersaji banyak informasi yang berguna tentang komputer anda termasuk 'uptime'. Jika anda ingin menyimpan informasi tersebut, ketik 'systeminfo > info.txt'. Perintah ini akan menghasilkan file info.txt yang dapat anda baca menggunakan Notepad. (Windows XP Professional).
2. Anda dapat menghapus sebuah file secara langsung tanpa harus menyimpan terlebih dahulu di [Recycle Bin]. Klik [Start], lalu klik [Run...], kemudian ketiklah 'gpedit.msc'. Selanjutnya pilihlah [User Configuration]-->[Administrative Templates]-->[Windows Components]-->[Windows Explorer], lalu pilih 'Do not move deleted files to the Recycle Bin'. Selain fungsi ini, anda bisa mengutak atik banyak fungsi di gpedit, cuma hati hati, bila salah melangkah bisa bisa komputer anda tidak bisa hidup lagi dengan normal. (Windows XP Professional).
3. Anda dapat mengunci Windows XP hanya dengan dua klik mouse. Tidak percaya? Coba buat shortcut baru di desktop dengan menggunakan klik kanan dari mouse. Isikan perintah 'rundll32.exe user32.dll,LockWorkStation' pada kolom lokasi. Beri nama shortcut itu terserah anda. Setelah shortcut itu menampakan diri di desktop, klik 2 kali, nah komputer anda akan terkunci. Cara lain adalah dengan menekan tombol Windows dan L pada keyboard secara bersamaan.
4. Entah apa maksudnya, Windows XP dengan sengaja dan tanpa merasa berdosa menyembunyikan beberapa program sistem yang sebagian mungkin tidak kita butuhkan. Salah satu program yang sempat saya bahas di sini adalah Windows Messenger. Untuk memunculkan kembali program tersembunyi itu, coba gunakan Notepad untuk menyunting file sysoc.inf yang ada di direktori /windows/inf/. Kemudian carilah kata 'hide' pada setiap baris program, lalu hapus dengan mantap. Setelah menyimpan kembali file tersebut, pergilah ke [Add or Remove Programs] pada [Control Panel], pilih [Add/Remove Windows Components]. Disana akan tampak semua program yang sebelumnya tersembunyi. Selanjutnya terserah anda, mana yang mau dihapus dan mana yang dibiarkan saja.
5. Bagi mereka yang suka main main dengan file Batch via DOS, Windows XP mempunyai banyak perintah yang menarik. Perintah ini termasuk 'eventcreate' dan 'eventtriggers' untuk mengamati system events. 'typeperf' untuk memonitor performa dari sistem, 'schtasks' untuk menangangi sekejul. Seperti biasa, akhirilah setiap perintah dengan /? untuk mendapatkan opsi tambahan.
6. Windows XP sudah mendukung IP versi 6 atau IPv6 (generasi selanjutnya dari IP). Sayangnya IPv6 ini lebih banyak diimplementasikan pada ISP, sehingga untuk sekedar bisa mencobanya kita membutuhkan sebuah komputer yang tersambung ke dalam suatu LAN. Ketik 'ipv6 install' pada [Run...] (Santai saja, proses ini tidak akan mengacaukan sistem LAN anda). Selanjutnya, ketiklah 'ipv6 /?' pada baris command untuk mendapatkan opsi tambahan. Jika anda tidak ngerti tentang ini, tidak apa apa, saya juga nggak begitu mengerti.
7. Anda bisa menghentikan beberapa task yang sedang aktif pada sistem dengan perintah di command prompt (Saya tahu, biasanya anda menggunakan task manager, khan?). Ketiklah 'taskkill /pid' lalu nomor task, atau 'tskill' diikuti nomor/nama process. Untuk mengetahui nomor task atau nama process, ketiklah 'tasklist', perintah ini juga memberikan informasi tentang kondisi sistem anda saat itu.
8. Windows XP akan menampilkan file Zip seperti layaknya sebuah folder. Hal ini tentu akan lebih nyaman dipakai bila spesifikasi komputer anda bagus. Namun bila komputer anda termasuk golongan 'jadul' alias kuno bin lambat, anda bisa mematikan fungsi ini dengan mengetik 'regsvr32 /u zipfldr.dll' pada command prompt. Jika anda ingin mengembalikan ke fungsi semula ketiklah 'regsvr32 zipfldr.dll'.
9. XP memiliki apa yang dinamakan ClearType (Sebuah teknologi anti-aliasing font baru dari Microsoft). Sayangnya fungsi ini tidak aktif secara default. Untuk mengaktifkan fungsi ClearType, klik kanan pada desktop, pilih [Properties]-->[Appearance]-->[Effects], lalu pilih ClearType pada menu drop down kedua, selanjutnya klik OK. Hasil yang signifikan dari fitur ini terutama tampak pada layar laptop. Jika anda menginginkan ClearType juga muncul pada saat layar login, coba lakukan perubahan pada registry berikut [HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop/FontSmoothingType to 2].
10. Anda dapat menggunakan [Remote Assistance] untuk membantu teman yang menggunakan NAT (Network Address Translation) pada sebuah jaringan rumah, tetapi hal ini tidak aktif secara otomatis. Suruh bila perlu paksa teman anda untuk mengirimkan sebuah imel undangan Remote Assistance, dan sunting file tersebut. Di bawah attribute RCTICKET adalah alamat IP-nya NAT, seperti misalnya 192.168.1.10. Gantilah IP tersebut dengan IP yang saat ini anda gunakan. Untuk membantu menentukan IP, anda bisa berkunjung ke sini. Pastikan juga teman anda untuk membuka port 3389. Selanjutnya silakan saling tolong menolong.
11. Anda dapat menjalankan suatu program dengan pengguna atau user yang berbeda tanpa harus melakukan seremonial logging out dan logging in. Klik kanan ikon dari program tersebut, lalu pilih [Run As...]. Masukan user name dan password yang ingin anda korbankan eh gunakan. Trik ini akan sangat berguna saat anda berada di akun limited namun anda ingin mempunyai wewenang sebagai administrator untuk menginstall suatu program. Catatan : Anda akan mendapatkan kesenangan yang lebih saat menjalankan banyak program dengan akun yang berbeda beda pada satu sistem, tetapi jangan lupa, tindakan ini juga bisa menimbulkan sesuatu yang tak terduga. Ingin tahu? Coba aja.
12. Windows XP mempunyai kebiasaan buruk atau boleh dikatakan cerewet dalam hal memaksa kita untuk melakukan auto updates, registrasi Passport, menggunakan Windows Messenger dan lain lain. Paksaan ini muncul berupa baloon tips di pojok kanan bawah. Untuk mengenyahkannya dari muka Windows, coba jalankan [Regedit], lalu masuk ke HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/Current Version/Explorer/Advanced, buatlah DWORD value dengan nama EnableBalloonTips dan beri nilai 0.
13. Anda dapat menjalankan Windows tanpa harus mengisi user name atau password terlebih dahulu. Klik [Run...], ketik 'control userpasswords2', yang akan membuka aplikasi akun user. Pada tab [Users], hilangkan centang pada Users Must Enter A User Name And Password To Use This Computer, lalu klik OK. Selanjutnya akan muncul jendela log on, masukan user name dan password dari akun yang akan anda gunakan.
14. Internet Explorer 6 akan menghapus temporary files hanya bila anda menyuruhnya. Jalankan browser Internet Explorer, pilih [Tools]-->[Internet Options...]-->[Advanced], alihkan pandangan ke bawah pada [Security area], lalu isikan centang pada Empty Temporary Internet Files folder when browser is closed.
15. Windows XP memiliki kemampuan untuk memunculkan animasi/ikon yang memperlihatkan aktifitas dari jaringan. Hal ini berguna saat anda tidak melihat ada lampu yang berkedip kedip di kartu jaringan yang anda pakai. Klik kanan [My Network Places] pada desktop, lalu pilih [Properties]. Klik kanan pada deskripsi dari LAN anda, pilih [Properties], selanjutnya isikan centang pada Show icon in notification area when connected. Sekarang anda akan melihat ikon jaringan mungil di pojok kanan desktop saat jaringan sedang aktif melakukan transfer data.
16. Start Menu akan sangat menjengkelkan bila lambat dalam memunculkan daftar program. Untuk mempercepatnya, anda bisa mengubah registry [HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop/MenuShowDelay] dari 400 ke jumlah yang lebih kecil seperti 0.
17. Anda dapat melakukan perubahan nama (rename) banyak file dalam satu folder hanya dengan beberapa langkah mudah. Sorot atau blok sejumlah file yang akan diubah namanya, lalu klik kanan satu diantaranya, selanjutnya ubah nama file tersebut sesuai dengan keinginan anda, tekan [Enter]. Semua file yang dipilih tadi akan berubah namanya sesuai dengan nama pilihan anda, dan dibelakangnya terdapat nomor khusus untuk membedakannya.
18. Windows Media Player akan memunculkan cover dari album yang sedang dimainkannya, apabila gambar cover tersebut ditemukan di internet. Jika tidak ditemukan, anda bisa menggunakan gambar rancangan anda sendiri untuk dimunculkan. Cukup memberikan nama folder.jpg pada gambar tersebut dan menaruhnya satu folder dengan track lagu yang dimainkan maka Windows Media Player akan memunculkan gambar tersebut.
19. Tombol [Windows] + [Break] akan memunculkan [System Properties], tombol [Windows] + [D] akan memunculkan desktop, tombol [Windows] + [Tab] untuk berpindah pindah program aktif ada taskbar.
20. Pengganti Windows XP adalah Windows Vista yang sebelumnya diberi nama Longhorn. Windows ini memberikan fitur tambahan dari Windows XP yang mudah mudahan bisa saya oprek bila ada dana untuk melakukan upgrade komputer. Mengapa? Windows Vista saya jamin tidak akan mampu berjalan di komputer saya yang jadul ini.
semoga bermanfaat

Kesalahan-Kesalahan Dalam Shalat

1. Tidak tuma’ninah dalam sholat
Masalah ini termasuk masalah yang kejahilan merebak di dalamnya, dan merupakan maksiat yang sangat jelas karena tuma`ninah adalah rukun yang sholat tidak teranggap syah tanpanya. Hadits al-musi`u sholatuhu (orang yang jelek sholatnya) sangat menunjukkan akan hal tersebut. Makna tuma`ninah adalah orang yang sholat tenang di dalam ruku’nya, i’tidalnya, sujudnya, dan ketika duduk di antara dua sujud, dengan cara dia tinggal sejenak sampai setiap tulang menempati tempatnya, dan dia jangan tergesa-gesa untuk berpindah dari suatu rukun (sholat) sampai dia tuma`ninah dan setiap persendian telah menempati posisinya.

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepada al-musi`u sholatuhu (orang yang jelek sholatnya) tatkala dia tergesa-gesa dan tidak tuma`ninah:

اِرْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ
 ”Kembali ulangi sholatmu, karena (tadi) kamu belum sholat”.


Dan dalam hadits Rifa’ah (juga) dalam kisah al-musi`:

ثُمَّ يُكَبِّرَ وَيَرْكَعَ فَيَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ وَتَسْتَرْخِي, ثُمَّ يَقُوْلُ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ, وَيَسْتَوِيَ قَائِمًا حَتَّى يَأْخُذَ كُلُّ عَظْمٍ مَأْخَذَهُ
“Kemudian dia bertakbir lalu ruku’ dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua lututnya sampai semua tulang-tulangnya tenang dan rileks. Kemudian dia membaca “Sami’allahu liman hamidah” dan tegak berdiri sampai semua tulang kembali menempati tempatnya masing-masing”.

2. Sengaja mendahului dan menyelisihi imam.
Ini membatalkan sholat atau (minimal) membatalkan raka’at. Sehingga barangsiapa yang ruku’ sebelum imamnya, maka batal raka’atnya kecuali jika dia ruku’ kembali setelah ruku’nya imam, demikian halnya pada seluruh rukun-rukun sholat. Maka yang wajib bagi orang yang sholat adalah mengikuti dan mencontoh imamnya, jangan dia mendahuluinya dan jangan pula terlambat dalam mengikutinya dalam satu rukun (gerakan) atau lebih.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan selainnya dengan sanad yang shohih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ: فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوْا وَلاَ تُكَبِّرُوْا حَتَّى يُكَبِّرَ, وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوْا وَلاَ تَرْكَعُوْا حَتَّى يَرْكَعَ
“Tidaklah seorang imam dijadikan sebagai imam kecuali untuk diikuti; maka jika dia bertakbir maka bertakbirlah kalian dan janganlah kalian bertakbir sampai mereka sudah bertakbir, jika dia ruku’ maka ruku’lah kalian dan janganlah kalian ruku’ sampai mereka sudah ruku’ …”. sampai akhir hadits. Asal haditsnya ada dalam Ash-Shohihain, dan juga diriwayatkan semisalnya oleh Imam Al-Bukhary dari Anas -radhiyallahu ‘anhu-.

Dimaafkan dalam masalah ini orang yang lupa dan orang yang jahil. 

3. Berdiri menyempurnakan raka’at yang tertinggal sebelum imam melakukan salam kedua.
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shohihnya bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

لاَ تَسْبِقُوْنِي بِالرُّكُوْعِ وَلاَ السُّجُوْدِ وَلاَ الْاِنْصِرَافِ
“Janganlah kalian mendahuluiku dalam hal ruku’, tidak pula dalam hal sujud, dan juga dalam hal inshorof”.

Para ulama berkata, “Makna inshirof (pergi) adalah salam”.

Salam dikatakan inshirof  karena orang yang sholat sudah dibolehkan pergi setelah salam, dan dia (imam) dianggap inshirof setelah salam yang kedua.

Maka orang yang masbuk hendaknya menunggu sampai imam menyempurnakan sholatnya, kemudian setelah itu baru dia berdiri lalu menyempurnakan dan mengqodo` raka’at yang luput darinya, wallahu A’lam.

4. Melafadzkan niat saat hendak sholat.
Ini adalah bid’ah, dan telah berlalu dalil-dalil akan haramnya berbuat bid’ah. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- sama sekali tidak pernah melafadzkan niat untuk sholat, Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata dalam Zadul Ma’ad atau dalam Al-Hadyun Nabawy, “Kebiasaan beliau (Nabi) jika berdiri untuk sholat, beliau mengucapkan, ["Allahu Akbar"] dan tidak membaca apapun sebelumnya dan beliau juga tidak melafadzkan niat sama sekali. Beliau juga tidak pernah mengucapkan, ["Usholli lillahi sholata kadza mustaqbilal qiblati arba'a raka'atin  imaman aw ma`muman" (Saya berniat melakukan sholat ini karena Allah dengan menghadap kiblat, 4 raka'at, sebagai imam atau sebagai ma`mum)]. Dan beliau juga tidak mengucapkan, ["ada-an"], tidak pula ["qodho-an"], dan tidak pula ["fardhol waqti"]. Ini adalah 10 bid’ah, yang sama sekali tidak pernah dinukil dari beliau dalam sanad yang shohih, tidak pula yang dho’if (lemah), tidak secara musnad (bersambung) dan tidak pula mursal (terputus) satupun lafadz darinya. Bahkan tidak pernah dinukil dari seorangpun dari para sahabat, tidak dianggap baik oleh seorangpun dari tabi’in dan tidak pula oleh Imam Empat”. Selesai ucapan beliau.

(Pembahasan tentang Melafadzkan Niat bisa dibaca disini)

5. Mengangkat pandangan ke atas dalam sholat atau berpaling ke kanan dan ke kiri tanpa ada keperluan.
Adapun mengangkat pandangan ke atas, maka hal ini adalah terlarang dan telah datang ancaman bagi pelakunya. Jabir bin Samuroh telah meriwayatkan hadits, beliau berkata, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ يَرْفَعُوْنَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي الصَّلاَةِ أَوْ لاَ تَرْجِعُ إِلّيْهِمْ
”Hendaknya orang-orang yang mengangkat penglihatan mereka ke langit dalam sholat, berhenti dari perbuatan mereka itu. Atau pandangan mereka tidak akan kembali lagi kepada mereka”. Riwayat Muslim.

Adapun berpaling tanpa ada keperluan, maka hal ini mengurangi (nilai) sholat seorang hamba sepanjang tubuhnya tidak seluruhnya berubah arah, jika tubuhnya sudah berubah arah maka sholatnya batal. Dari ‘Aisyah -radhiallahu ‘anha- beliau berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- perihal berpaling dalam sholat, maka beliau bersabda:

هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ الْعَبْدِ
“Itu adalah curian yang setan curi dari sholat seorang hamba”. Riwayat Al-Bukhary.

Dan dalam riwayat At-Tirmidzy dan beliau menshohihkannya:

إِيَّاكَ وَالْاِلْتِفَاتِ فِي الصَّلاَةِ فَإِنَّهُ هَلَكَةٌ
“Hati-hati kalian dari menoleh dalam sholat, karena sesungguhnya itu adalah kebinasaan”. sampai akhir hadits.

Dan masih ada hadits-hadits yang lain berkenaan dengan masalah berpaling (dalam sholat).

6. Tidak mengangkat khimar ke atas kepala dalam sholat bagi wanita atau tidak menutup kedua kakinya.
Aurat wanita dalam sholat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajahnya, tapi tidak mengapa baginya untuk menutup wajahnya jika ada lelaki yang lewat dan semisalnya. Maka yang wajib atasnya adalah memakai khimar, yaitu kain yang menutupi kepala dan dada, hal ini berdasarkan sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-:

لاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ حَائِضٍ إِلاَّ بِخِمَارٍ
“Allah tidak menerima sholat wanita (yang sudah) haid (baca: balig) kecuali dengan memakai khimar”. Riwayat Ahmad dan Ashhabus Sunan kecuali An-Nasa`i dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan selainnya

Dan juga wajib menutup kedua kaki berdasarkan hadits:

اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ
“Wanita adalah ‘aurat”. Riwayat At-Tirmidzy dengan sanad yang shohih.

Dan semakna dengannya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik, Abu Daud, dan selain keduanya dari Muhammad bin Zaid bin Qonfadz dari ibunya bahwa dia bertanya kepada Ummu Salamah, istri Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, “Pakaian apakah yang dipakai oleh seorang wanita dalam sholat?”, maka beliau menjawab:

تُصَلِّي فِي الْخِمَارِ وَالدِّرْعِ السَّابِغِ إِذَا غَيَّبَ ظُهُوْرَ قَدَمَيْهِ
“Dia sholat dengan memakai khimar dan pakaian yang luas sampai kedua kakinya tertutupi”.

Dan semakna dengannya juga dalam hadits Ummu Salamah, “Hendaknya dia (wanita tersebut) menurunkannya (pakaiannya) sepanjang satu dziro’ (dari mata kaki)”.

7. Tidak takbiratul ihram bagi masbuk yang mendapati imam sedang ruku’.
Ini adalah kesalahan besar karena takbiratul ihram adalah rukun sholat, maka wajib baginya melakukan takbiratul ihram dalam keadaan dia berdiri, kemudian setelah itu baru boleh baginya untuk ruku’ bersama imam. Dan takbiratul ihram sudah mencukupi takbir untuk ruku’ (takbir intiqol), tapi jika dia bertakbir untuk ihram (takbiratul ihram) lalu bertakbir juga untuk ruku’ maka maka itu yang lebih sempurna dan lebih berhati-hati. Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- meriwayatkan:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ يُكَبِّرُ حِيْنَ يَقُوْمُ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِيْنَ يَرْكَعُ
“Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- jika sholat, selalu bertakbir ketika berdiri kemudian bertakbir ketika ruku’”.

8. Bermain-main dengan menggunakan pakaian, jam tangan, atau yang lainnya.
Amalan ini menafikan kekhusyukan, dan telah berlalu dalil-dalil (akan disyari’atkannya) khusyu’ dalam masalah ke-5. Dan sungguh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- telah melarang untuk menyentuh batu kerikil dalam sholat karena bisa menafikan kekhusyukan, beliau bersabda:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاَةِ فَلاَ يَمْسَحِ الْحَصَى فَإِنَّ الرَّحْمَةَ تُوَاجِهُهُ
“Jika salah seorang di antara kalian berdiri dalam sholat, maka janganlah dia menyapu kerikil (di tempat sujudnya), karena rahmat (Allah) berada di depannya”. Riwayat Ahmad dan Ashhabus Sunan dengan sanad yang shohih.

Dan tidak jarang perbuatan sia-sia itu bertambah sampai menjadi gerakan yang banyak yang mengeluarkan sholat dari gerakan asalnya, sehingga sholat bisa menjadi batal.

9. Memejamkan kedua mata dalam sholat tanpa ada keperluan.
Ini adalah perkara yang makruh, Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata, “Bukan termasuk tuntunan beliau -Shallallahu ‘alaihi wasallam- memejamkan kedua mata dalam sholat”. Beliau (juga) berkata, “Para ahli fiqhi berselisih pendapat tentang makruhnya, Imam Ahmad dan selain beliau memakruhkannya, mereka berkata, ["Ini adalah perbuatan orang-orang Yahudi (dalam sholat mereka)"] dan sebagian lain membolehkannya dan tidak memakruhkannya, mereka berkata, ["Perbuatan ini lebih cepat menghasilkan kekhusyukan yang merupakan mana dia merupakan ruh, rahasia, dan maksud dari sholat.

Yang benarnya adalah dikatakan, ["Jika membuka mata tidak menghilangkan kekhusyukan maka ini yang paling afdhol. Tapi jika dengannya (membuka mata) akan menghalangi dia untuk khusyu' karena di kiblatnya ada semacam hiasan, at-tazrawiq, atau yang semacamnya dari hal-hal yang bisa mengganggu hatinya, maka ketika itu tentunya tidak dimakrukan untuk menutup mata"]. Dan pendapat yang menyatakan disunnahkannya dalam keadaan di atas lebih mendekati ushul dan maksud syari’at dibandingkan pendapat yang menyatakan makruhnya, wallahu A’lam”. Selesai ucapan Ibnul Qoyyim -rahimahullah-. 

10. Tidak meluruskan dan merapatkan (arab: taswiyah) shof-shof.
Allah telah memerintahkan untuk menegakkan (arab: iqomah) sholat:
وَأَقِيْمُوْا الصَّلاَةَ
“Tegakkanlah shalat”. (QS. An-Nur: 56, Ar-Rum: 31, dan Al-Muzzammil: 20)

Dan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ, فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ
“Luruskanlah shof-shof kalian, karena sesungguhnya pelurusan shof termasuk menegakkan sholat”. Riwayat Al-Bukhary dan Muslim dari Anas.

Dan Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary dari An-Nu’man bin Basyir -radhiallahu ‘anhu-:

لَتَسُوُّنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ
“Demi Allah, kalian harus benar-benar meluruskan shof-shof kalian atau Allah  betul-betul akan membuat hati-hati kalian saling berselisih”.

Dan telah datang perintah untuk meluruskan dan merapatkan shaf-shaf dan anjuran terhadapnya dalam beberapa hadits.

(Selebihnya bisa dibaca disini: Wajibnya Merapatkan dan Meluruskan Shaf )

11. Kurang perhatian untuk sujud di atas tujuh tulang, yakni: Jidad bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan jari-jari kedua kaki.
Dari Al-’Abbas bin ‘Abdil Muththolib -radhiallahu ‘anhu- bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِذَا سَجَدَ الْعَبْدُ سَجَدَ مَعَهُ سَبْعَةُ آرَابٍ: وَجْهُهُ وَكَفَّاهُ وَرُكْبَتَاهُ وَقَدَمَاهُ
“Jika seorang hamba bersujud, maka ikut pula sujud bersamanya tujuh tulang: Wajahnya, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, dan kedua kakinya”. Riwayat Muslim sebagaimana yang disandarkan oleh Al-Majd dalam Al-Muntaqo dan Al-Mizzy, dan (hadits ini) juga diriwayatkan oleh selainnya (Muslim).

Adapun mengangkat kedua kaki dalam sujud, maka ini menyelisihi apa yang diperintahkan, berdasarkan hadits yang tsabit dalam Ash-Shohihain dari Ibnu ‘Abbas -radhiallahu ‘anhuma-:

أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْضَاءِ, وَلاَ يَكُفَّ شَعْرًا وَلاَ ثَوْبًا: اَلْجَبْهَةِ, وَالْيَدَيْنِ, وَالرُّكْبَتَيْنِ, وَالرِّجْلَيْنِ
“Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- memerintahkan untuk bersujud di atas tujuh tulang, dan memerintahkan agar jangan mengikat rambut dan menggulung pakaian. (Ketujuh tulang itu adalah) Dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki”.

Maka orang yang sholat diperintahkan untuk sujud di atas kedua kaki, dan bentuk sempurnanya adalah dengan menjadikan jari-jari kedua kakinya mengarah ke kiblat. Dan bentuk cukupnya adalah dengan meletakkan (merapatkan) bagian dari masing-masing kaki di atas bumi. Jika dia mengangkat salah satunya maka tidak syah sujudnya jika terangkatnya kaki terus-menerus sepanjang sujudnya.

Di antara manusia ada juga yang tidak meletakkan jidad dan hidungnya dengan baik ke bumi ketika dia sujud, atau dia mengangkat kedua kakinya atau tidak meletakkan kedua telapak tangannya dengan baik, dan semua ini menyelisihi apa yang diperintahkan.

12. Membunyikan jari-jemari.
Hal ini termasuk perkara-perkara yang dibenci dan dilarang dalam sholat. Adapun membunyikan (jari-jemari) maka Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dari Syu’bah maula Ibnu ‘Abbas dengan sanad yang hasan, bahwa dia berkata, “Saya pernah sholat di samping Ibnu ‘Abbas lalu saya membunyikan jari-jemariku. Maka tatkala sholat sudah selesai, beliau berkata, ["Tidak ada ibu bagimu!, apakah kamu membunyikan jari-jemarimu sedangkan engkau dalam keadaan sholat?!"]“.

Dan telah diriwayatkan secara marfu’ tentang larangan membunyikan jari-jemari dari hadits ‘Ali riwayat Ibnu Majah akan tetapi haditsnya lemah dan tidak bisa dikuatkan.

13. Menyilangkan jari-jemari (arab: Tasybik) dalam sholat dan sebelum sholat.
Ini termasuk perkara yang dimakruhkan. Dari Ka’ab bin ‘Ujroh beliau berkata, saya mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الصَّلاَةِ, فَلاَ يُشَبِّكَنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ فَإِنَّهُ فِي الصَّلاَةِ
“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian dia sengaja keluar untuk sholat, maka janganlah sekali-kali dia menyilangkan antara kedua tangannya, karena sesungguhnya dia sedang dalam sholat”. Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan At-Tirmidzy sedang dalam sanadnya ada perselisihan.

Dan Imam Ad-Darimy, Al-Hakim, dan selainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’:

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ, كَانَ فِي صَلاَةٍ حَتَّى يَرْجِعَ, فَلاَ يَفْعَلْ هَكَذَا -وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ-
“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu di rumahnya kemudian dia mendatangi masjid, maka dia terus-menerus dalam keadaan sholat sampai dia pulang. Karenanya, janganlah dia berbuat seperti ini -beliau menyilangkan antara jari-jari beliau-”. Zhohir sanadnya adalah shohih.

Dan dalam masalah tasybik ada hadits-hadits lain yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya.

[Diterjemah dari Al-Minzhar hal. 24-40, karya Asy-Syaikh Saleh Alu Asy-Syaikh, dengan sedikit perubahan]


14. Tidak Membaca dengan Lisan ketika Takbir, Membaca Surat, dan Dzikir
Tidak membaca dengan lisan ketika takbir, membaca surat, dan dzikir-dzikir sholat yang lain dan mencukupkan diri dengan membaca dalam hati merupakan sebuah kekeliruan. Orang yang melakukannya seolah-olah menganggap bahwa shalat hanyalah perbuatan anggota badan yang tidak ada ucapan lisan maupun dzikir sama sekali. Padahal membaca dengan lisan merupakan sebuah hal yang wajib dalam shalat menurut para ulama dan para shahabat Nabi radhiallahu‘anhum.
 
Seandainya membaca dalam hati adalah sah dalam sholat, maka Nabi tidak mungkin akan bersabda kepada seseorang yang praktek sholatnya belum benar, “… kemudian bacalah ayat Al Qur’an yang mudah bagimu.” Karena yang namanya “al qira’ah” (bacaan) bukanlah bacaan dalam hati. Dan diantara konsekuensi dari “al qira’ah” – ditinjau dari sisi bahasa Arab dan sisi syari’at- adalah menggerakkan lisan sebagaimana yang telah diketahui. Diantara hal yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah ta’ala, ”Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya.” (QS. Al Qiyamah 16)

Oleh karena itulah para ulama yang berpendapat bahwa orang yang junub dilarang membaca Al Qur’an, mereka membolehkan membaca ayat dalam hati ketika junub, karena membaca dalam hati bukanlah “al qira’ah” (bacaan).

15. Sibuk Dengan Shalat Sunnah Padahal Telah Iqamah
Terkadang kita jumpai seseorang yang malah sibuk dengan shalat nafilah/sunnah ketika iqamat telah dikumandangkan atau yang lebih parah malah memulai shalat sunnah baru dan tidak bergabung dengan shalat wajib. Hal ini menyelisihi sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Apabila iqamah sudah dikumandangkan, maka tidak ada sholat kecuali sholat wajib.” (HR. Muslim)

16. Memakai Pakaian yang Tidak Bagus Ketika Sholat
Kaum Muslimin yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, Alloh tidak hanya memerintahkan kita untuk sekedar memakai pakaian yang menutup aurat, akan tetapi memerintahkan kita pula untuk memperbagus pakaian apalagi ketika ke masjid. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Qs. Al A’raf: 31). Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa kita disunnahkan berhias ketika sholat, lebih-lebih ketika hari jumat dan hari raya. Dan termasuk perhiasan adalah siwak dan parfum.

Namun sekarang banyak kita jumpai kaum muslimin yang ketika pergi ke masjid hanya mengenakan pakaian seadanya padahal ia memiliki pakaian yang bagus. Bahkan tidak sedikit yang mengenakan pakaian yang penuh gambar atau berisi tulisan-tulisan jahil. Akibatnya, mau tidak mau orang yang ada dibelakangnya akan melihat dan membaca sehingga rusaklah konsentrasinya.
 

Kenalilah Neraka!


 
Wahai saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah, apa yang terlintas olehmu jika mendengar kata neraka? Adzab yang pedih?  Tempat orang-orang berdosa disiksa di akhirat atas kemaksiatan yang mereka lakukan di dunia? Lalu sudahkah kita berusaha menjaga diri kita dari dahysatnya api neraka?
Saudaraku –semoga Allah memberi taufik kepada kita- seringkali kita mendengar tentang neraka, namun hati kita terlalu keras untuk merenungi kebenaran adanya neraka dengan segala kepedihan di dalamnya. Padahal telah banyak disampaikan dalam kitab-Nya di banyak tempat. Allah ta’ala berfirman:
فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
“Maka takutlah kalian kepada beraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan bebatuan, yang disediakan bagi orang-orang kafir” (QS. Al Baqarah:24)
وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan Allah telah meyediakan neraka jahannam bagi mereka, dan ia adalah seburuk-buruk tempat kembali” (QS. Al-Fath:6)
Saudaraku, inilah negeri di akhirat yang penuh dengan kehinaan, kerendahan, siksa dan tidak ada pertolongan. Negeri yang penghuninya adalah orang-orang sengsara, celaka, penuh penyesalan, dan tangisan. Tangan dan leher mereka terbelenggu. Api mengepung mereka dari atas dan bawah. Minuman mereka dari lahar panas yang membakar perut, mendidihkan isi kepala, dan melepuhkan kulit mereka. Makanan mereka dari pohon Az-Zaqum yang panas dan tidak mengenyangkan. Mereka tidak mati. Inilah negeri yang disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Allah berfirman:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, metreka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (QS. Al Baqarah: 39)
Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66)

Penyesalan Penghuni Neraka
Penghuni neraka adalah orang-orang yang merasa paling menyesal. Namun, penyesalan mereka adalah sia-sia. Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang yang masuk surga pasti akan diperlihatkan tempat tinggalnya di neraka bila ia berbuat jahat, agar semakin bersyukur kepada Allah. Dan setiap orang yang masuk neraka, pasti akan diperlihatkan kepdanya tempat tinggalnya di surga kalau ia berbuat baik, agar semakin timbul penyesalannya” (HR. Bukhari[1])

Mayoritas Penduduk Neraka
Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku berdiri di atas pintu surga, ternyata mayoritas yang memasukinya adalah orang-orang miskin, dan orang-orang kaya masih tertahan, kecuali penduduk neraka, karena Allah telah memerintahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam neraka. Kemudian aku berdiri di atas pintu neraka, ternyata yang memasukinya adalah para wanita ” (Shahihul Jaami’ [2])
Maksudnya adalah kebanyakan kaum wanita selalu kalah dengan hawa nafsu mereka dan lebih condong kepada perhiasan dunia karena kurangnya akal mereka akan amalan akhirat.

Pakaian Penghuni Neraka
Allah Ta’ala berfirman,
وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ (49) سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ
“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari cairan besi dan muka mereka ditutup oleh api neraka” (QS. Ibrahim: 49-50)

Makanan Penghuni Neraka
Sesungguhnya Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau seandainya setetes Az-Zaqqum itu diteteskan ke dunia ini, pasti akan merusak kehidupan para penghuni dunia ini. Bagaimana pula orang yang makanannya adalah Az-Zaqqum?” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi, dan beliau berkata: “hadis ini hasan shahih”. Hadits ini dishahihkan oleh Albani). Az Zaqqum adalah makanan orang-orang fajir (ahli maksiat) dan mereka tidak memiliki makanan kecuali itu. Ia seperti endapan minyak yang mendidih di dalam perut seperti mendidihnya air yang amat panas. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, surat Ad Dukhan: 43-46)

Minuman Penghuni Neraka
Allah Ta’ala berfirman,
وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ (15) مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَى مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ (16) يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ (17)
“Dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, di hadapannya ada jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan di hadapannya masih ada adzab yang berat” (QS. Ibrahim: 15-17)

Dalamnya Neraka
Utbah bin Ghazwan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami pernah diceritakan, bahwa batu yang telah dilempar di tepi jahannam lalu masuk ke dalamnya selama tujuh puluh tahun belum juga sampai ke dasarnya. Dan demi Allah, jahannam itu akan penuh juga nantinya” (HR. Muslim: 2278)

Siksa Neraka Berbeda-Beda
Dari Samurah bin Jundub diriwayatkan bahwa ia berkata bahwa Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada di antara penghuninya yang tersentuh api neraka hingga kedua mata kakinya. Ada juga yang tersentuh hingga lututnya. Ada lagi yang tersentuh hingga pinggangnya. Dan ada juga yang tersentuh hingga tulang belikatnya.” (HR. Muslim: 2185)

Siksa Paling Ringan
Dari Nukman bin Basyir diriwayatkan bahwa ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah orang yang mengenakan sepasang sandal dengan tali dari api neraka, lalu dengan itu maka mendidihlah otaknya sebagaimana mendidihnya air dalam bejana. Ia beranggapan bahwa tidak ada orang ain yang lebih besar siksanya dari dirinya. Padahal itu adalah siksa yang paling ringan”. (HR. Muslim: 196)

Demikianlah sedikit gambaran tentang neraka dan sifatnya. Niscaya masih banyak lagi kita dapati dalam Al Quran dan As Sunnah. Namun ketauilah, rahmat dan kasih sayang Allah lebih luas daripada siksa-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: “hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar: 53)
Sering-seringlah kita memohon pada Allah agar kelak kita dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari neraka sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang memohon surga kepada Allah tiga kali, maka surga akan berkata: Ya Allah, masukkan dia ke dalam surga”. Dan barang siapa yang memohon perlindungan kepada Allah dari neraka sebanyak tiga kali, maka neraka akan berkata, “Ya Allah, lindungilah dia dari neraka” (Shahihul Jami’ 6151)

Penulis: Ummu Khaulah
Muroja’ah: M. A. Tuasikal

Sumber: remajaislam.com

Puas dan Syukurilah Pemberian, Niscaya Anda Menjadi Orang Terkaya Sebenarnya



Puas dan Syukurilah Pemberian, Niscaya Anda Menjadi Orang Terkaya Sebenarnya

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:
Semoga tulisan ini bermanfaat, terutama bagi;
-Seorang  yang selalu merasa tidak puas, dengan apa yang ia dapatkan dari pemberian Allah Ta’ala
-Seorang yang selalu menggerutu dengan pemberian Allah Ta’ala bahkan terkadang meremehkan pemberian-Nya
-Seorang yang selalu memaksakan sesuatu yang tidak dia sanggupi, sehingga lupa nikmat yang ada dihadapannya.
Saya pernah membaca perkataan Imam Ahmad rahimahullah kepada Syuja’ bin makhlad:
يَا أَبَا الْفَضْلِ إنَّمَا هُوَ طَعَامٌ دُونَ طَعَامٍ وَلِبَاسٌ دُونَ لِبَاسٍ ، وَإِنَّهَا أَيَّامٌ قَلَائِلُ
“Wahai Abu Al Fadhl, sesungguhnya ia hanya sebuah makanan di bawah makanan (yang lain), pakaian di bawah pakaian (yang lain) dan sesungguhnya ia hanya beberapa hari yang sementara.” Lihat kitab Thabaqat Al Hanabilah, 1/169 dan kitab Manaqib Al Imam Ahmad, karya Ibnul Jauzy, hal. 248.
maksud dari perkataan beliau adalah; ada makanan yang lebih tingkatannya dibandingkan makanan yang lainnya, tetapi tujuannya sama yaitu mengenyangkan, dan ada pakaian yang lebih tingkatannya dibandingkan pakaian yang lainnya, tetapi tujuannya sama, yaitu menutupi aurat pada tubuh, dan hidup ini hanya hari-hari yang sementara yang semua dari kita akan dikembalikan kepada Allah Ta’ala dan dimintai pertanggung jawaban di hadapan-Nya
Setelah membaca perkataan ini, penulis teringat beberapa hal:
1. Yang penting tercapai tujuannya dan tidak menyelisihi ajaran islam,contoh; seorang ada yang sarapan cukup hanya dengan dua buah bakwan plus kopi manis panas, cukup baginya sampai siang tiba, tetapi ada yang sarapan harus dengan nasi uduk, plus lontong dan lauk. Padahal keduanya tujuannya satu yaitu; tidak lapar sehingga punggungnya tegak. Mari perhatikan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
« مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ حَسْبُ الآدَمِىِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ غَلَبَتِ الآدَمِىَّ نَفْسُهُ فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ ».
Artinya: “Tidak ada sebuah tempat yang diisi oleh seorang manusia, lebih buruk daripada sebuah perut, cukup bagi seorang manusia beberapa suap, yang menegakkan punggungnya, dan jika hawa nafsunya mengalahkan manusia, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk nafas.”
Contoh lain; seorang ada yang berpakaian seharga setengah juta, ada lagi yang berpakaian limapuluh ribu atau seratus ribu. Dan semuanya sama tujuannya, yaitu menutup aurat agar tidak telanjang dan mempertontonkan aurat. Coba perhatikan Firman Allah Ta’ala:
{ يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ (26) يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ (27) } [الأعراف: 26 - 27]
Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya.  Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” QS. Al A’raf: 26-27.
Ada sebagian yang pakaiannya sangat mahal tetapi, menyerupai pakaian orang kafir atau membuka aurat atau menyerupai pakaian lelaki bagi perempuan dan sebaliknya atau menimbulkan sikap terlalu berlebih-lebihan atau menimbukan sikap sombong, maka ini semua tidak tercapai tujuan dari berpakaian.
Silahkan ambil contoh yang lain; kendaraan, rumah tempat tinggal, fasilitas lainnya.
2. Allah Al Hakim, Maha Bijaksana di dalam penciptaan-Nya
Kalau diperhatikan, dengan kehakiman-Nya Allah Ta’ala telah menciptakan segala sesuatu pada tempatnya dan menurut ukurannya secara proporsional. Contoh; ikan ada yang harga sekilonya Rp 12.500,- dan disana ada ikan yang harga sekilonya Rp 50.000 sampai Rp. 100.000,-.
Maka yang seharga Rp 12.500,- diperuntukkan bagi yang mampunya hanya itu, meskipun tidak menghalangi yang mampu lebih dari membeli yang Rp 12.500,-.
Yang memaksakan adalah;
- seorang yang membeli ikan seharga Rp 60.000/kg padahal ia mampunya cuma membeli seharga 6.000/kgnya.
- seorang yang membeli baju seharga 250.000,- padahal ia mampunya cuma seharga Rp 25.000,-
- seorang yang membeli HandPhone seharga 5.000.000,- dengan gadget di dalamnya bermacam-macam, padahal ia mampunyai membeli dengan harga Rp. 500.000,- itupun bisanya cuma missed call doang!!! Disebabkan tidak ada pulsa untuk menelpon.
-  seorang yang membeli motor seharga 50.000.000,- padahal ia mampunya Cuma seharga 5 – 7 juta.
Dan masih banyak contoh yang lain. Coba perhatikan ayat Al Quran yang menjelaskan tentang sifat Alllah Al Hakim;
{ إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ } [التوبة: 60]
Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”QS. At Taubah: 60.
3. Puaslah terhadap pemberian Allah Ta’ala niscaya Anda menjadi orang paling kaya
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ يَأْخُذُ عَنِّى هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ فَيَعْمَلُ بِهِنَّ أَوْ يُعَلِّمُ مَنْ يَعْمَلُ بِهِنَّ ». فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقُلْتُ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَخَذَ بِيَدِى فَعَدَّ خَمْسًا وَقَالَ « اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ ».
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengambil dariku kalimat-kalimat ini, lalu ia mengamalkannya atau memberitahukan siapa yang ingin mengamalkannya?”, lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya, Wahai Rasulullah”, lalu beliau mengambil tanganku dan menghitung lima perkara, beliau bersabda: “Jauhilah hal-hal yang diharamkan, niscaya Anda akan menjadi manusia yang paling beribadah kepada Allah, relalah dengan apa yang telah Allah bagikan untukmu, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya, berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya Anda menjadi seorang beriman, dan sukai untuk manusia sesuatu yang Anda sukai untuk diri sendiri, niscaya Anda menjadi seorang muslim (sebenarnya) dan janganlah terlalu banyak tertawa, karena banyak tertawa mamtikan hati (/perasaan).” HR. Tirmidzi dan dihasankankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 100.
Maksud dari “Relalah dengan apa yang telah Allah bagikan untukmu, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya”:
Berkata Al Munawi rahimahullah berkata:
(وارض) أي اقنع (بما قسم الله لك) أي أعطاك وجعله حظك من الرزق (تكن أغنى الناس) فإن من قنع استغنى ليس الغنى بكثرة العرض ولكن الغنى غنى النفس والقناعة غنى وعز بالله وضدها فقر وذل للغير ، ومن لم يقنع لم يشبع أبدا ففي القناعة العز والغنى والحرية وفي فقدها الذل والتعبد للغير
 “Relakanlah”, maksudnya yaitu Puaslah, “dengan apa yang telah Allah bagikan untukmu”, maksudnya adalah apa yang telah Allah berikan kepadamu dan menjadikannya bagianmu dari rezeki, “niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya”, maksudnya adalah karena sesungguhnya barangsiapa yang puas maka ia akan merasa cukup, bukanlah kekayaan dengan banyaknya materi akan tetapi kekayaan adalah kekaayaan jiwa, dan sifat puas adalah kekayaan dan kemuliaan dengan Allah dan kebalikannya adalah kefakiran dan kehinaan kepada selain Allah dan barangsiapa yang tidak merasa puas, ia tidak akan penah kenyang selamanya, jadi, di dalam perasaan puas terdapat kemuliaan dan kekayaan serta kemerdekaan, sedangkan pada kehilangan sifat tersebut terdapat kehinaan dan penghambaan diri kepada yang lain.” Lihat kitab Faidh Al Qadir, 1/161 dan kitab Tuhfat Al Ahwadzi, 7/36.
4. Sifat Puas dengan pemberian Allah akan memberkahi rezeki
عَنْ يُونُسَ حَدَّثَنِى أَبُو الْعَلاَءِ بْنُ الشِّخِّيرِ حَدَّثَنِى أَحَدُ بَنِى سُلَيْمٍ وَلاَ أَحْسَبُهُ إِلاَّ قَدْ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَبْتَلِى عَبْدَهُ بِمَا أَعْطَاهُ فَمَنْ رَضِىَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بَارَكَ اللَّهُ لَهُ فِيهِ وَوَسَّعَهُ وَمَنْ لَمْ يَرْضَ لَمْ يُبَارِكْ لَهُ ».
Artinya: “Yunus meriwayatkan: “Abul ‘Ala asy Syikhkhir meriwayatkan kepadaku: “Telah meriwayatkan kepadaku salah seorang dari Bani Sulaim dan tidak aku kira kecuali ia telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah tabaraka wa Ta’ala menguji hanba-Nya dengan apa yang ia berikan kepadanya, maka barangsiapa yang rela/puas dengan apa yang telah Allah Azza wa Jalla bagikan maka niscaya Allah memberkahi baginya di dalam pemberiannya tersebut dan barangsiapa yang tidak rela/puas, niscaya tidak diberkahi baginya.” HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 1869.
Ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Sumber: abuabdurrohmanmanado.wordpress.com